Modus Beri Printer Struk, Pedagang Bakmi Rugi Rp3,4 Juta

Ilustrasi peringatan tidak asal scan QR (Dok. Eraspace)

Jakarta, Kanvasan.id - Sebuah warung bakmi di Jakarta Timur menjadi korban penipuan dengan modus yang mengatasnamakan pihak GoFood. Dalam aksinya, pelaku menawarkan banner, neon box, hingga mesin printer struk gratis kepada pemilik usaha warung bakmi, yang berakhir mengelabui korban dengan kerugian Rp3.400.00.

Insiden ini terjadi pada Jumat, (29/08) di warung Bakmi Surabaya. Pelaku datang ke warung menawarkan banner dan neon box gratis, pelaku juga bertanya mengenai penurunan omzet harian warung. Dia mengklaim omzet yang menurun dikarenakan komplen struk dari driver harus berupa struk dari hp bukan struk kertas. 

Ia lalu menawarkan solusi berupa mesin printer struk gratis dengan syarat korban (38) transfer saldo jaminan yang katanya akan dikembalikan. Setelah berhasil meyakinkan korban, pelaku meminjam ponsel dan menunjukkan email masuk berisi nomor virtual account. Meski sempat curiga, korban tetap mentransfer uang pada nomor virtual account di email korban. Usai transaksi, pelaku menjanjikan pengiriman mesin keesokan hari dan menyebut pengiriman banner serta neon box akan ditangani tim lain.

Tak lama setelah pergi, pelaku menelepon lagi dan mengaku ada hal yang tertinggal. Ia meminta korban membuka email kedua yang berisi barcode pembayaran. Korban diarahkan untuk memindai QR tersebut, namun tidak terjadi apa-apa. Curiga, korban memeriksa nomor pelaku melalui aplikasi GetContact dan menemukan label penipu. Saat mencoba menghubungi kembali, nomor sudah tidak aktif. Korban segera menghubungi customer service Bank BCA dan mendapatkan konfirmasi bahwa terdapat dua transaksi, masing-masing sebesar Rp1.700.000.

Pihak bank bersedia melakukan investigasi dengan syarat korban melampirkan surat laporan kepolisian. Korban pun segera melapor ke Polres Jakarta Timur dan mengirimkan dokumen lengkap ke bank. Namun hingga kini, belum ada kepastian pengembalian dana. Pelaku sempat mencoba menghubungi kembali beberapa kali, diduga ingin menipu lagi, namun upaya tersebut gagal karena nomornya kembali tidak aktif.

"Emang sebelumnya tuh udah ada sales GoFood lah istilahnya, cuman ya sales GoFood beneran. Nah yang ini tuh sales GoFood yang gadungannya, yang bohongan. Kalo sebelum-sebelumnya pernah, sering malah sales GoFood buat nawarin ke warung promo-promo, itu tapi beneran." ungkap anak korban (19).

Rivanti Erawati

Halo! Saya Rivanti Erawati, penulis di Kanvasan.id. Blog ini saya buat pada, 25 Agustusus 2025. Melalui blog ini, saya ingin berbagi pengalaman, cerita, dan berbagai informasi menarik dengan Anda. Selamat datang di Kanvasan.id! Semoga Anda menikmati setiap tulisan yang saya bagikan di sini.

1 Komentar

  1. Lebih protek dengan data pribadi jangan asal kasih aja, selektif saat melakukan suatu negosiasi,kontribusi,dsb. Sales gadungan memang pintar menguasai trik psikologis korban tuk memanipulasi.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Popular Items