Jalur Populer Gunung Gede yang Wajib Kamu Coba!

Tugu gunung gede dengan latar langit yang biru cerah 
(Dok. Rivanti)

Jakarta, Kanvasan.id - Siapa sih yang belum kenal Gunung Gede Pangrango? kalau belum, sini aku ceritakan!

Gunung Gede Pangrango merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2958 MDPL, yang terletak di perbatasan antara Cianjur dan Sukabumi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gunung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).   

Meski medan yang ditempuh cukup menantang dan sulit, Gunung Gede tetap menjadi favorit para pendaki. Ketinggian gunung ini menyentuh 3000 MDPL, selain karena letaknya yang berada dekat dari Jakarta, gunung Gede memiliki pemandangan sabana yang sangat luas dan indah. 

Hamparan bunga edelweiss yang merata di Surya Kencana, terus memanggil para pendaki untuk mendaki ke sana. Kamu juga bisa melihat pemandangan Gunung Pangrango yang gagah berdiri di seberang puncak Gede. Pemandangan inilah alasan kenapa gunung ini hampir tidak pernah sepi.

Menariknya, di jalur trek akan terlihat para pendaki yang warna warni, membawa carrier. Tak jarang pula pendaki yang tektok (naik dan langsung turun). Jika ramai, gunung ini sering disebut seperti 'pasar'. Ada dua jalur pendakian yang paling populer di gunung Gede; via Putri Cibodas.

Putri: Rute Tercepat, Menantang Adrenalin


Jalur pendakian Gunung Gede via Putri adalah jalur yang diketahui selalu ramai. Jalur ini terletak di kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Sukatani. 

Dimulai dari basecamp (bc), via Putri memiliki sejumlah bc yang bisa dihinggapi oleh para pendaki. Kebanyakan rumah warga dijadikan sebagai tempat menginap para pendaki. Tak hanya bc, ruang untuk parkir dan peralatan sewa pendakian juga sudah banyak dibuka.

Via Putri memiliki lima pos pemberhentian. Kamu tidak perlu takut kekurangan makanan, karena jalur ini ramai oleh warung-warung kecil dari penduduk lokal Gunung Gede. Harga yang ditawarkan sesuai dengan ketinggian warung yang diduduki. Semakin tinggi warung tersebut berjualan, semakin naik pula harganya. Kamu harus persiapkan uang cash yang banyak, jika ingin mencicipi makanan ringan di warung tersebut.

Di awal perjalanan, kamu akan disuguhi oleh tanjakan yang harus kamu tempuh untuk menuju pos pemantauan sebelum pos satu. Meski jalur ini merupakan jalur tercepat, waktu yang ditempuh lumayan menghabiskan hingga setengah hari, 6-8 jam pendakian. Selain itu, jalur ini juga merupakan jalur yang cukup menantang adrenalin, khususnya bagi kamu yang baru coba-coba untuk mendaki.

Trek pada jalur ini, diibaratkan sebagai trek yang manis di awal. Kamu akan bertemu dengan jalanan yang landai dan sedikit menanjak, kemudian akan bertemu dengan trek yang penuh dengan akar besar dari pepohonan. Meski begitu, jalur ini dihiasi dengan nuansa rindang dari pepohonan sekitar. Kamu juga tidak perlu khawatir tersesat. Jalur ini hampir tidak pernah sepi, kecuali ada informasi penutupan resmi dari TNGGP.

Pos tiga hingga pos empat, merupakan jalur yang siap menguji fisik serta mental kamu. Trek yang ditawarkan membuat para pendaki banyak berhenti, bahkan ada yang kembali turun. Namun, sangat disayangkan jika kamu kembali turun. Maka dari itu, perlunya kesiapan mental dan fisik yang stabil serta persiapan yang cukup. 

Minusnya pada jalur ini, kamu akan berjalan sangat jauh untuk summit attack menuju puncak. Kamu akan bertemu dua Surya Kencana, yaitu Timur dan Barat. Pemandangan sabana Surya Kencana yang terbentang luas, dengan langit yang indah di malam hari dan dipenuhi oleh taburan bintang atau milkyway. Hal inilah, yang biasanya menjadi tujuan utama para pendaki.


Cibodas: Pemandangan Alam,Trek Tanpa Ujung


Berbeda dengan jalur Putri, jalur pendakian yang satu ini terletak di Desa Cimacan. Selain via Putri, via Cibodas juga memiliki kepopulerannya sendiri. Letak jalur yang berada di seberang Kebun Raya Cibodas, menjadikan jalur ini sebagai tempat wisata air terjun dan spot menarik dalam jalur ini.

Sepanjang jalan sebelum menuju area trekking, mata akan dihibur oleh ramainya pedagang dan kios yang menjual berbagai macam souvenir dan oleh-oleh, seperti baju bertuliskan Cibodas, gantungan kunci, buah-buahan segar yang tumbuh di dataran dingin-stroberi hingga tanaman hias yang beragam bentuk dan macamnya.

Meski tidak melewati Surya Kencana. Trek pada jalur ini, juga memiliki pemandangan alam yang sejuk dan tidak kalah indah dari jalur Gunung Gede via Putri. Kamu tidak akan bosan jika melewati jalur ini, karena sejuknya alam dan banyaknya sumber air pada jalur Cibodas, akan memanjakan telinga serta pendengaranmu. Sejumlah wisatawan juga berkunjung dan melewati trek Cibodas, hanya untuk melihat wisata alam yang menarik, seperti air terjun Curug Cibereum, Telaga Biru, dan Jembatan Air Panas.

Trek yang dilalui jalur ini tidak sesulit jalur via Putri. Pada jalur ini, kamu akan sering disuguhi dengan trek tangga kecil bebatuan yang akan memudahkan kamu dalam pendakian. Minusnya, trek ini ditempuh dengan waktu yang lebih lama dan jauh; selama tujuh hingga sepuluh jam pendakian. 

Meski begitu, suasana di jalur ini sangat autentik dan berbeda dengan jalur via Putri. Suasana rindangnya dan sejuknya pepohonan serta syahdunya air panas, mewarnai pendakian kamu di jalur ini. Area camp yang digunakan pada jalur ini, namanya Kandang Badak. Biasanya digunakan untuk para pendaki yang ingin mendaki ke gunung Pangrango. Namun, kini banyak yang menggunakan jalur ini untuk pendakian gunung Gede.

Setelah melewati Kandang Badak, kamu akan merasakan perjalanan yang tidak ada ujungnya. Trek yang semakin menanjak dan jalur yang terjal akan kamu rasakan di jalur ini, terutama jika ingin membawa carrier atau menginap di Kandang Badak. Summit attcak menuju puncak Gunung Gede pada jalur ini, juga akan menguji diri, kesabaran dan kesiapan kamu.

Terdapat warung di lahan wisata, seperti pos satu dan Kandang Badak. Di jalur ini, kamu tidak perlu takut dehidrasi atau kekurangan air. Via Cibodas kaya akan sumber airnya. Kemudian dari Kandang Badak menuju puncak Gunung Gede menempuh tiga sampai empat jam pendakian. Kamu harus menyiapkan tenaga dan makanan ekstra pada jalur ini.

Selain itu, jika kamu ingin melihat Surya Kencana, kamu dapat menikmati pemandangan sabana yang terbentang luas dari atas puncak Gunung Gede.

Semua jalur yang digunakan memiliki plus dan minusnya masing-masing, semua tergantung kesiapan fisik dan perlengkapan kamu. Jangan lupa untuk mengajak teman yang bisa diandalkan, seru, serta berpengalaman dalam pendakian. 




Rivanti Erawati

Halo! Saya Rivanti Erawati, penulis di Kanvasan.id. Blog ini saya buat pada, 25 Agustusus 2025. Melalui blog ini, saya ingin berbagi pengalaman, cerita, dan berbagai informasi menarik dengan Anda. Selamat datang di Kanvasan.id! Semoga Anda menikmati setiap tulisan yang saya bagikan di sini.

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items