 |
Ilustrasi seorang pendaki yang terkena cuaca ekstrem hingga mengalami hipotermia. (Dok. DetikHealth) |
Jakarta, Kanvasan.id - Di daerah pegunung dan dataran tinggi lainnya, penyakit hipotermia bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini menjadi ancaman serius bagi para pendaki, karena mereka sangat rentan terpapar suhu ekstrem yang dapat menyebabkan suhu tubuh menurun drastis.
Jika hipotermia tidak segera diatasi, dapat menyebabkan koma dan kematian. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui apa itu hipotermia dan bagaimana pencegahannya, terutama ketika kamu berada di gunung.
Apa itu Hipotermia?
Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh secara drastis hingga di bawah suhu normal manusia, 35 derajat Celcius.
Penyakit ini terjadi ketika kamu terpapar suhu dingin, seperti ruangan ber-AC atau di pegunungan. Saat suhu tubuh sangat rendah, tubuh tidak bisa mengembalikan suhu normal karena organ-organ tubuh telah mengalami mengalami penurunann suhu yang terlalu cepat.
Menurut siloamhospital.com, hipotermia harus segera ditangani. Jika terlambat, maka sistem saraf pada tubuh tidak akan berfungsi, kemungkinan terparahnya menyebabkan koma pada tubuh hingga kematian.
Penyebab Hipotermia
Hipotermia terjadi karena suhu tubuh tidak bisa kembali normal. Paparan suhu yang dingin yang berkepanjangan akan menyebabkan sistem kerja suhu panas tubuh tidak berfungsi dengan baik. Banyaknya kasus kematian di gunung juga, disebabkan oleh penyakit ini.
Mengingat suhu di gunung dingin ekstrim, tubuh harus terus bergerak agar dapat menghasilkan panas. Namun, jika kondisi tubuh tidak bisa menyesuaikan suhu dingin, maka kamu akan terkena hipotermia. Selain itu, pakaian juga menjadi faktor penting untuk melindungi tubuh dari hipotermia. Pakaian yang basah atau tipis akan membuat suhu tubuh turun lebih cepat.
Banyak pendaki yang terserang hipotermia karena salah memilih pakaian gunung. Seharusnya, pakaian yang digunakan tebal, dapat menghangatkan tubuh serta menyerap keringat. Pakaian yang basah akibat keringat harus segera diganti untuk menghindari hipotermia. Berendam di air terlalu lama dalam suhu yang dingin juga menjadi penyebab hipotermia.
Gejala-gejala Hipotermia
Hipotermia terbagi menjadi tiga tahap; ringan, sedang hingga berat. Untuk mencegah penyakit ini, penting untuk mengetahui gejala yang timbul pada setiap tahap.
Hipotermia ringan (suhu 32 - 35 derajat Celcius) menunjukkan gejala:
- Mati rasa pada bagian tubuh
- Menggigil dan pucat
- Kulit dingin ketika disentuh
- Nafas menjadi cepat
- Mengantuk
- Respon melambat
- Jantung berdetak lebih kencang dibanding biasanya
Hipotermia sedang (suhu 28 - 32 derajat Celcius)
- Berhenti menggigil
- Napas melambat
- Detak jantung melambat
- Tekanan darah menurun; pusing, lemas, pandangan kabur
- Penurunan kesadaran
Hipotermia berat ( suhu 28 derajat Celcius atau lebih rendah)
- Otot kaku
- Tidak memberi respon atau hilang kesadaran
- Detak jantung sangat lambat
- Pernapasan sulit dan denyut nadi melemah
- Jantung berhenti
Pencegahan Hipotermia
Pendaki gunung wajib mengetahui dan mengantisipasi penyakit hipotermia. Berikut beberapa langkah yang harus diperhatikan:
1. Membawa pakaian ganti yang kering dan menyerap keringat.
2. Segera memakai jaket yang tebal dan hangat, seperti jaket anti angin jika cuaca sedang dingin.
3. Membawa Emergancy Blanket serta alat penghangat lain, seperti hot pack, hand warmer dan foot warmer.
4. Pastikan tubuh terus bergerak, jangan beristirahat terlalu lama dan hindari tidur di trek.
5. Membawa perbekalan yang cukup dan minum yang cukup. Selain itu, obat-obatan juga penting untuk perbekalan di gunung. Mencegah penyakit lainnya.
Yang paling utama, pastikan tubuh dalam keadaan sehat dengan stamina yang cukup untuk melanjutkan pendakian.
Penanganan Hipotermia
Jika gejala hipotermia sudah terlihat, kamu harus tetap tenang dan lakukan langkah-langkah berikut:
1. Pindahkan korban atau tubuh ke tempat yang lebih kering dan hangat, contohnya masuk ke dalam tenda dan menutup pintu tenda.
2. Ganti dengan pakaian baru yang masih kering, tebal dan hangat, sebelum diganti sebaiknya lapiskan emergancy blanket (aluminium voil) pada tubuh langsung agar hangatnya terasa.
3. Hindari menggunakan minyak yang pedas karena akan terasan dingin di tubuh.
4. Jika gejalanya berat, panggil orang sekitar untuk memeluk korban agar tetap hangat.
5. Makan dan minum yang manis dan hangat, seperti cokelat panas, jahe dan minuman hangat lainnya
Jika semakin parah, sebaiknya pendakian tidak dilanjutkan dan segera memanggil pihak basecamp untuk melakukan evakuasi turun gunung.
Hipotermia merupakan kondisi serius yang bisa mengancam nyawa seseorang. Penetingnya bagi para pendaki untuk mengetahui apa itu hipotermia, gejalanya, pencegahan dan langkah apa yang diambil ketika hipotermia menyerang. Dengan mengetahuinya, kita dapat meminimalisir risiko dan memastikan pendakian yang lebih aman.
Karena itu, pentingnya bagi pendaki untuk memahami dan mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kondisi tubuh, dan membawa perlengkapan mendaki yang sesuai.
Artikel seperti ini sangat penting agar para pendaki lebih waspada terhadap risiko hipotermia, karna kadang banyak para pendaki yang sayang merehkan pada hal itu
BalasHapus